Karangasem, Kirananews – Selama ini wisatawan yang berkunjung ke Bali hanya mengetahui pantai Kuta sebagai pantai yang sangat terkenal di dunia. Padahal sebenarnya banyak sekali pantai di Bali yang tidak kalah indahnya di bandingkan dengan pantai di daerah Kuta, Uluwatu, dan Tanah Lot.

Salah satunya adalah Pantai Pasir Putih atau yang lebih dikenal dengan nama Virgin Beach. Pantai ini terletak di kabupaten Karangasem, tepatnya di desa Perasi, dekat jalan Raya Bukit Asah Desa Adat Bugbug. Meskipun namanya Virgin (perawan), namun sesungguhnya pantai ini sudah menjadi destinasi pilihan wisatawan yang menyukai indahnya pantai dengan suguhan warna Turquoise dan ombaknya menawan.

Daya tarik dari pantai ini yakni dikelilingi Bukit Asah dan pantainya yang bersih. Pantai dengan panjang sekitar 500 meter itu memiliki pasir lembut dan putih sehingga warga setempat menyebutnya Pantai Pasir Putih. Bukan hanya wisatawan lokal, beberapa wisatawan mancanegara pun asyik berenang, snorkling, diving atau sekadar berjemur di pantai ini.

Salah satu wisatawan mancanegara asal London, Inggris, bernama Tom yang sedang berlibur bersama sang istri, mengaku takjub dengan Virgin Beach. Pasalnya, selain pantainya bersih dan airnya pun jernih. “Saya suka traveling ke Bali, maka saya memilih Bali sebagai tempat honeymoon. Hari ini saya dan istri memilih menghabiskan waktu di Virgin Beach dengan berjemur dan menikmati makanan disini,” tutur Tom. Lanjutnya, Tom mengatakan lebih memilih Virgin Beach dari pantai lainnya di Bali. Sebab, di pantai ini suasananya tenang, sepi dan aman.

Bagi wisatawan local atau mancanegara yang mengunjungi Virgin Beach, tak perlu khawatir jika haus dan lapar, karena beberapa masyarakat setempat mulai membangun kafe dan warung sejak tahun 2005 yang menjual minuman ringan, kopi, juga kacamata untuk snorkling. Rata-rata warung dan kafe di Pantai Pasir Putih ini dapat meraup keuntungan mencapai 20 juta per bulan.

“Pantai ini mulai didatangi wisatawan di tahun 2000-an, tetapi yang datang lebih banyak wisatawan mancanegara dikarenakan medan yang ditempuh sedikit sulit dilalui serta belum terdapat hotel dan villa. Biasanya ramai dibulan Juli dan Agustus, tepatnya di hari minggu. Tetapi akhir-akhir ini sepi karena adanya demo pasca Pilpres (Pemilihan Presiden), jadi tamunya masih takut untuk datang ke Indonesia dan Bali,” ungkap Ni Luh Metajunita Dewi yang sudah berjualan cukup lama di Pantai Pasir Putih.

Ni Luh Metajunita Dewi mengungkapkan bahwa dukungan dari pemerintah setempat belum ada untuk Pantai Pasir Putih ini, hanya dulu pernah dilakukan pendataan. Tetapi untuk kebersihan dan keamanan dilakukan masyarakat setempat secara swadaya.

Ketika menyusuri pantai, terdapat deretan perahu nelayan di bagian ujung. Para nelayan menyediakan jasa untuk mengantar wisatawan keliling pulau dan juga ke lokasi penyelaman atau snorkeling dengan dikenai biaya sebesar 500 ribu rupiah per perahu.

Sebelum wisatawan berdatangan, pantai ini hanya sebagai tempat nelayan berlabuh. Namun, kini sebagian besar sudah menjadi objek wisata bagi wisatawan, walaupun sebagian masih tetap menjadi tempat perahu nelayan berlabuh. (MC/IP)