Tubuhnya kurus. Ia lemah tak berdaya. Tak pernah terbayang oleh Pika (32) warga Jalan Ibnu Hajar RT. 3 RW. 1, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu mengidap penyakit Leukimia. Rabu (28/8/2019) sore Pika terlihat terbaring di ruang tengah rumahnya. Di tengah ruangan beralaskan kasur tipis itu ia memandang tubuhnya yang kurus kering. Penyakit yang menggerogoti tubuhnya itu telah ia derita sejak bulan Juni lalu. Ia terlihat pasrah, atas penyakit yang menimpanya.

Tak ada mimpi, tak ada pula yang mengabari. Rabu sore itu, di tengah istirahatnya, Pika didatangi Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi. Matanya pun berkaca-kaca, sementara kakak Iparnya Indra Gunawan yang merawat Pika di rumah itu terlihat tercengang ketika Walikota dan Wakil Walikota tiba menggunakan Mobnas Alphard dan terparkir di halaman rumahnya.

Kedatangan Helmi dan Dedy ini bagaikan mimpi di siang bolong. Kakak Ipar Pika, Indra terlihat terbata – bata ketika menceritakan kisah Pika ibu satu anak kelahiran tahun 1988 itu.

“Pika pernah dirawat di dua rumah sakit di Kota Bengkulu selama 10 hari, namun tidak menunjukan adanya perubahan ke arah yang lebih baik malah semakin parah,” cerita Indra.

Mendengar cerita itu, Walikota Helmi yang didampingi Wawali Dedy Wahyudi terlihat berduka. Ia merasa terluka melihat warganya mengidap sakit tetapi tak punya biaya berobat.

“Pika dan keluarga tolong bersabar. Jangan lupa terus salat dan beristighfar. Semua adalah ujian. Sambungkan hati kepada Allah, agar ridho terhadap ujian yang ada,” ujar Helmi.

Tidak hanya itu, dalam kunjungannya, Helmi memberikan bantuan uang tunai yang bersumber dari BAZNAS Kota Bengkulu. Bahkan, ia spontan memerintahkan supirnya untuk langsung membawa Pika dan keluarga ke Rumah Sakit di Palembang menggunakan Mobnas Alphard BD 1 A yang baru beberapakali Helmi gunakan.

“Silakan gunakan Mobnas ini, biar saya pulang naik Mobnas Wawali Dedy,” kata Helmi.

Helmi menyampaikan, Mobnas Alphard itu dibeli dari uang rakyat. Sehingga boleh digunakan untuk kepentingan rakyat.

Saat memapah Pika ke dalam mobil, Helmi dan Dedy terlihat membantu, beberapa tetangga Pika yang menyaksikan kepedulian Walikota dan Wakil Walikota ini sangat terharu.

“Belum pernah kami melihat ada Walikota dan Wawali yang peduli seperti ini, mereka datang menjemput warganya yang sakit, bahkan meminjamkan Mobnasnya untuk dibawa ke luar kota. Saya salut dengan Walikota Helmi dan Wawali Dedy,” ujar Tania.

Untuk diketahui, ada kota yang kaya raya, tapi warganya terbentur SOP untuk mengantarkan jenazah, sehingga orangtuanya harus berjalan kaki membawa jenazah anaknya. Tetapi, Kota Bengkulu, kota yang tidak kaya, mobil walikotanya bisa untuk mengantar warganya yang sakit.