Bengkulu, Kirananews – Koordinator Harian Nasional Sekretariat Nasional (Setnas) Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Herda Helmi Jaya mengungkapkan ada 3 (tiga) faktor yang menyebabkan korupsi. Hal ini disampaikannya dalam acara Diseminasi dan Diskusi Aksi Bersama Strategis Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi (PK) di Provinsi Bengkulu yang diselenggarakan di ruang Pola, Pemprov Bengkulu, Selasa (5/11/2019).

“Yang menyebabkan korupsi ada tiga. Pertama, sistem. Kedua, manusianya. Irisan dari sistem dan manusia menyebabkan penyebab ketiga, yaitu budaya,” kata Herda Helmi Jaya.

Herda menerangkan, korupsi telah terjadi secara sistemik. Karena itu, perlu dicegah secara sistemik. “Stranas pencegahan korupsi ini adalah mandat dari presiden yang diamanatkan kepada seluruh pemerintah daerah yaitu 548 Pemda, dan juga 51 kementerian dan lembaga. Stranas Pencegahan Korupsi ini adalah cara mencegah korupsi yang sistemik,” kata Herda.

Disampaikannya pula, hingga tahun 2020 KPK akan fokus pada 3 hal. Pertama, perizinan dan tata niaga. Kedua, keuangan negara. Ketiga, reformasi birokrasi dan penegakan hukum. “Pertama, perizinan, banyak korupsi berawal dari perizinan. Kedua, keuangan negara, korupsi dari sektor pendapatan itu sangat sulit dibuktikan. Ketiga, reformasi birokrasi dan penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar inspektorat untuk selalu menjaga profesionalitas dan independensi. “Tugas auditor adalah bagaimana membedakan fakta dan kriteria,” ujarnya.

Disampaikannya pula, kegiatan ini dilakukan di seluruh Indonesia, Provinsi Bengkulu dipilih dengan kriteria kriteria tertentu.

Sebelumnya, kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Bengkulu yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Gotri Suyanto. Turut menjadi peserta dalam kegiatan ini Inspektorat Kabupaten /Kota se-Provinsi Bengkulu, BKD Kabupaten /Kota se-Provinsi Bengkulu, UKPBJ se-Provinsi Bengkulu, Admin MCP Provinsi, Kabupaten dan Kota Se-Provinsi Bengkulu, dan Humas Provinsi, Kabupaten dan Kota Se-Provinsi Bengkulu. (Tri)