Bengkulu, kirananews – Menanggapi aksi yang dilakukan murid menuntut pengembalian gedung, kuasa hukum Pemkot Bengkulu, Wawan Ersanovi, SH, menduga ada pihak-pihak yang sengaja menunggangi aksi ini. Pasalnya, menurut Wawan tak mungkin seorang murid sekolah dasar berpikiran melakukan aksi menarik sumbangan untuk membayar lahan tersebut.

“Kami prihatin, beberapa pihak justru memanfaatkan anak-anak untuk mencari-cari sumbangan dan melibatkannya dalam konflik ini. Bahkan ada yang menuding untuk beradu ilmu hukum. Jelas ini tidak benar, Pemkot Bengkulu fokus berjuang untuk menyelamatkan pendidikan anak-anak. Itu saja,” lanjutnya.

Wawan menegaskan, tidak menutup kemungkinan Pemkot Bengkulu akan berkoordinasi dengan Komnas Perlindungan Anak untuk mengusut para pihak yang menunggangi konflik SDN 62 dengan melibatkan anak-anak sekolah.

“Kami minta kepada orangtua dan wali murid untuk tidak mudah terprovokasi. Yakinlah, Pemkot Bengkulu saat ini serius mencari lahan pengganti dan segera membangun gedung baru. Sedangkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang ditumpangi saat ini pun dijamin tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Wawan membantah tudingan jika Pemkot Bengkulu tak serius menangani persoalan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 62 Kota Bengkulu. Bahkan, setelah keputusan Pemkot Bengkulu untuk melakukan relokasi sebagai jalan terbaik, kini pihaknya menduga justru muncul pihak-pihak yang melakukan provokasi dan mempolitisir persoalan yang sudah tuntas.

“Solusinya jelas, Pemkot Bengkulu bangun gedung sekolah baru. Sedang anak-anak sementara belajar dengan pinjam gedung di sekolah terdekat. Jelas sudah persoalannya,” tegasnya.

Selain itu, Wawan meminta pada media untuk menyajikan berita yang menyejukkan dan berimbang sehingga tidak menimbulkan kekisruhan.

“Pastinya kami minta jangan ada pihak-pihak yang mempolitisir. Justru kami berharap para pihak membantu percepatan relokasi dengan menjaga situasi tetap kondusif dan tak timbul kekisruhan,” demikian Wawan. (rl)