Jakarta, Kirananews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan memasang radar tsunami di dua titik di pulau Jawa, yakni di Purworejo, Jawa Tengah dan Bantul, Yogyakarta. Radar tersebut merupakan teknologi baru peringatan dini tsunami buatan Jepang yang akan diuji coba pertama kali di Indonesia.

“Ada dukungan dari Jepang untuk bisa rekonfirmasi dini tsunami dengan radar tsunami,” ujar Kepala BMKG Dwikorita di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, (1/2) sebagaimana dikutip dari laman mediaindonesia.com

Dwikorita mengatakan, Purworejo dan Bantul dipilih karena merupakan dua di antara banyak titik rawan tsunami terparah di Indonesia. Posisi tersebut juga dekat dengan area Bandara Kulonprogo, Yogyakarta.

“Radar itu untuk mendeteksi kecepatan tsunami seberapa cepat dan diharapkan dapat peringatan dini dengan sirine atau dengan mekanisme informasi digital agar masyarakat dapat mengevakuasi diri,” ujar Dwikorita.

Uji coba akan dilakukan selama satu tahun di bawah pengawasan BMKG dan tim ahli dari Jepang. Bila berhasil, direncanakan pemerintah akan memasangnya di lebih banyak titik rawan tsunami.

“Tapi, kami uji kelayakan dulu terutama evaluasi terlebih dahulu. Nah BMKG memprioritaskan utama ada delapan zona bahaya yang dikawal sistem berlapis-lapis itu antara lain di selat sunda dan di selatan Jawa,” ujar Dwikorita.

Wakil Ketua DPR Agus Hermato mengatakan menyambut baik kerja sama antara BMKG dengan pemerintah Jepang. Ia berharap hasil yang baik akan didapat dari proses uji coba tersebut.

“Ini sangat positif dan semoga berhasil. Ke depan harapannya semoga kita juga bisa buat sendiri,” ujar Agus.

Agus mengatakan, sistem peringatan dini bencana, khususnya tsunami, memang menjadi hal yang didorong oleh DPR agar ditingkatkan oleh pemeritah. Kerja sama dengan berbagai pihak diharapkan juga bisa terus dilakukan untuk memaksimalkan sistem peringatan dini. (OL-7)

Editor : Redaksi