Pontianak, Kirananews — Upaya pemerintah untuk membangun manusia Indonesia masa depan tidak lepas dari peran serta pemerintah daerah dan segenap unsur masyarakat. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya meningkatkan pelibatan unsur pembentuk ekosistem pendidikan dalam upaya pembangunan manusia Indonesia yang kompeten, berdaya saing, serta berbudi pekerti luhur.

Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta, menyampaikan bahwa pendidikan bukan sekadar menjadikan generasi muda yang cerdas akademik saja, tetapi lebih dari itu, haruslah mampu memanusiakan manusia. Untuk itu, pendidikan dan kebudayaan hendaknya dimaknai sebagai dua bagian yang saling terkait dan tak terpisahkan.

“Bagaimana mendidikkan kebudayaan, dan membudayakan pendidikan. Karena manusia yang utuh itu tidak hanya pandai dalam konteks kecerdasan saja, tetapi juga akal budi yang bagus. Akal budi ini dari kebudayaan. Dan kecerdasan dari pendidikan,” disampaikan Ananto Kusuma Seta saat memberikan sambutan pada Pembukaan Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan (Gebyar Dikbud) di kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (20/4/2019).

Ananto berpesan agar anak didik tidak hanya diajarkan hal-hal yang sifatnya pengetahuan dan keterampilan saja. Tetapi yang terpenting adalah kemampuan untuk memahami dirinya dan segenap potensi yang ada di dirinya. Kemudian kemampuan memahami lingkungan dan apa saja tanggung jawab kepada sekitarnya. “Dan yang ketiga, setelah anak-anak paham siapa dirinya, potensinya, tanggung jawab kepada sekitarnya, kemudian anak-anak harus mampu menunjukkan karyanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Staf Ahli Ananto menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah provinsi dan segenap jajaran pemerintah daerah kabupaten dan kota di Kalbar yang turut menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan.

“Provinsi ini spesial karena berada di beranda negeri ini. Yang berbatasan langsung dengan negeri lain. Terima kasih karena telah menunjukkan wajah Indonesia yang tidak kalah dibandingkan negeri seberang,” ujar Ananto.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan Barat, Syarief Kamaruzzaman, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa tiga dari lima wilayah di Provinsi Kalimantan Barat yang disebut sebagai beranda negeri telah mengalami pembangunan yang tak kalah dengan negeri seberang. Pemerintah daerah dengan dukungan pemerintah pusat terus mendorong pembangunan manusia yang lebih baik.

“Dimulai tahun ajaran baru 2019 yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yaitu SMA, SMK, SLB, adalah pembebasan biaya pendidikan. Ditambah dengan bantuan kepada 1.000 siswa kurang mampu di sekolah-sekolah swasta,” tuturnya.

Setda Kalbar juga menyampaikan, saat ini ada tiga hal yang menjadi fokus pemerintah daerah di bidang pendidikan. Di antaranya adalah pendidikan karakter, penguatan literasi, dan kompetensi siswa. “Sehingga terjadi percepatan pembangunan manusia yang mengarah pada daya saing Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Mendikbud bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta, bersama Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Syarief Kamaruzaman, di halaman BPNB Pontianak, kegiatan ini berlangsung sampai dengan 24 April 2019.

Berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam perhelatan ini, diantaranya, jalan sehat, lomba pidato siswa, sosialisasi Rumah Belajar, bazar buku murah, dan pameran karya siswa dan guru, serta berbagai forum dialog pendidikan. Pengunjung juga dapat memperoleh berbagai layanan dari pemerintah pusat seperti Uji Kemahiran Bahasa Indonesia, kemudian konsultasi mengenai administrasi pendidik dan tenaga kependidikan.

Gebyar Dikbud ini diselenggarakan oleh unit-unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud, di antaranya Balai Bahasa, Balai Pelatihan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD Dikmas), dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kalbar. Selain itu, kegiatan ini juga didukung Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya. Serta beberapa komunitas dan dunia usaha yang diwakili Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

“Ini bagian dari tradisi baik yang terus dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia. Kegiatan ini mengingatkan masyarakat untuk menyatukan kedua aspek, pendidikan dan kebudayaan,” pungkas Staf Ahli Ananto. (rl)