Tangsel, Kirananews – Kementerian Kominfo dan Tim Terpadu Program Menuju 100 Kota Cerdas di Indonesia melakukan assessment terhadap kota dan kabupaten se-Indonesia calon peserta program menuju 100 Smart City di Gedung Pustiknas Tangerang Selatan, Jum’at (22/02/19). Kota Bengkulu menjadi salah satu peserta dari kegiatan tersebut.

Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu Dedy Wahyudi dalam presentasinya pada acara ini mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berkomitmen
menjadi salah satu kota cerdas di Indonesia.

“Saat ini sudah ada beberapa aplikasi dan sistem yang sudah dilaunching dan dipergunakan Pemkot Bengkulu yaitu HD City, Simpeg, E-SSH, E-Agenda, PPID, JDIH, E-Musrenbang, Sippadek, SIAK, Simpati, INLIS, Sanapati, OSS, SIRUP, LPSE, E-Budgeting, Simeku, Simda Aset, dan Simda Pendapatan,” papar Dedy Wahyudi.

Selain itu, sambungnya, Pemkot akan menyusun program Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) ini menjadi bagian solusi dari permasalahan-permasalahan di Kota Bengkulu.

“Semua akan terintegrasi dengan sentuhan teknologi dan informasi sebagai upaya dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Kota Bengkulu,” ujarnya.

Ia mencontohkan, misal dalam pembayaran PBB, PDAM dan listrik semuanya sudah harus bisa terintegrasi dengan sentuhan TIK.

Ia juga menyampaikan, seiring telah keluarnya Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Pemkot Bengkulu akan menyusun masterplan pengembangan TIK Kota Bengkulu.

Melalui assessment ini, nantinya diharapkan Kota Bengkulu masuk sebagai salah satu dari 100 kota yang dipilih dan akan mendapat bimbingan serta pendampingan dari Kemenkominfo, Kemendagri, Bappenas, Kementerian PUPR, Sekretariat Kepresidenan, Kompas Gramedia Group, akademisi dan praktisi yang tergabung dalam program tersebut dalam penerapan konsep kota cerdas di Kota Bengkulu, mulai dari penyusunan masterplan, pembangunan serta pengelolaannya nanti.

Pada kesempatan ini pula, Wawali Dedy Wahyudi menyampaikan potensi dan keunggulan Kota Bengkulu. “Kami optimis Kota Bengkulu dapat sejajar dengan kota-kota besar di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, saat pembukaan kegiatan Selasa (21/2/2019), Direktur Jendral Aplikasi Informatika Bambang Heru Tjahjono mengungkapkan, Gerakan Menuju 100 Smart City ditujukan untuk menciptakan Kabupaten/Kota yang berdaya saing dan berbasis teknologi informasi didukung sinergi pembangunan Tata Pemerintahan Cerdas (Smart Governance), Branding Daerah yang Cerdas (Smart Branding), Ekonomi Cerdas (Smart Economy), Kelayakan hidup yang Cerdas (Smart Living), Masyarakat Cerdas (Smart Society), dan Pemeliharaan Lingkungan Cerdas (Smart Environment).

“Kami harap dengan dilakukannya assessment ini yang merupakan salah satu tahapan dari keseluruhan program Gerakan Menuju 100 Smart City, dapat dimanfaatkan oleh Bapak dan Ibu untuk berkontribusi sehingga di 2019 dapat menghasilkan 100 Kota/Kabupaten Cerdas” ujar Bambang.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan 21-22 Februari 2019. Dalam kegiatan ini aspek yang dinilai antara lain aspek komitmen, kebijakan,visi pembangunan daerah, anggaran, infrastruktur TIK, integrasi aplikasi dan keamanan informasi. (Sen/Tri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here