Surabaya, Kirananews – Kementerian Perhubungan terus berupaya meningkatkan efektivitas program tol laut untuk mendorong konektivitas dan menekan disparitas harga di wilayah timur Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi narasumber Seminar Tol Laut “Melanjutkan Konektivitas, Membuka Jalur Logistik dan Menekan Disparitas Harga Barang” dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2019 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (4/2/2019).

Dalam seminar yang diselenggarakan di dalam ruang makan Kapal KM Dorolonda tersebut, Menhub Budi mengatakan, Kemenhub telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program tol laut yang menjadi amanah dari Presiden Joko Widodo.

“Hingga saat ini Tol laut mampu menekan disparitas harga 15-20%. Memang masih ada masalah dalam pelaksanaannya yaitu terkait muatan balik. Untuk itulah, saya juga mendorong pihak terkait seperti Perdagangan, Pertanian, Pelni, Djakarta Lloyd, Pelindo I hingga IV untuk berperan aktif dalam mengoptimalkan muatan balik tol laut,” kata Menhub.

Lebih lanjut Menhub Budi menyatakan pemerintah berupaya mendorong program tol laut bukan hanya port to port (dari pelabuhan ke pelabuhan), tapi sampai end to end (langsung sampai ke konsumen), sehingga diharapkan masyarakat di daerah yang dilewati Tol Laut benar-benar merasakan harga yang terjangkau.

Oleh karena itu, Menhub mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan strategi peningkatan handling petikemas. Diantaranya, menyiapkan teknologi informasi atau digitalisasi dalam mendukung proses pengangkutan laut untuk mewujudkan penyelenggaraan angkutan laut yang efektif dan transparan.

“Misalnya nanti akan ada sistem Dashboard digital yang dikembangkan untuk menawarkan produk, misalnya beras, ke beberapa titik sehingga para pedagang kecil bisa langsung membeli dan memasarkan. Begitu juga ikan misalnya dapat langsung dibeli oleh konsumen sehingga nelayan langsung memperoleh manfaat harga dan mempersingkat rantai bisnis,” tutup Menhub Budi.

Program-program Kemenhub untuk mendukung tol laut telah dirasakan manfaatnya oleh beberapa instansi. Kementerian Pertanian misalnya mengakui bahwa penyediaan kapal khusus ternak pertama di Indonesia yaitu KM Camara Nusantara, sebagai salah satu program tol laut untuk distribusi khusus ternak, telah menjaga animal walfare yang membuat kualitas daging ternak terjamin.

Dalam seminar nasional tol laut tersebut juga dilaksanakan beberapa penandatanganan yang menunjukkan komitmen semua pihak terkait dalam mendukung tol laut diantaranya, Penandatanganan MoU meringankan tarif jasa pelabuhan antara Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub dengan Pelindo I s.d IV, Penandatanganan penyerahan pengoperasian kapal Logistik Kendhaga Nusantara 3 dari Ditjen Hubla Kemenhub kepada PT Djakarta Lloyd, penandatanganan penyerahan pengoperasian kapal perintis KM Sabuk Nusantara 92 dari Ditjen Hubla Kemenhub kepada PT Pelni.

Dalam kesempatan tersebut, ditandatangani juga Deklarasi Doloronda yang berisi komitmen seluruh stakholder untuk mendukung optimalisasi program tol laut. Isi deklarasi tersebut yaitu : Melakukan digitalissi proses dan sistem pengangkutan laut menjadi lebih efektif, efisien dan transparan, melakukan sosialisasi keberadaan tol laut secara kreatif kepada daerah-daerah jalur tol laut, meningkatkan kualitas pelayanan dan mereduksi tarif bongkar muat pelabuhan, pemetaan ulang dan lanjutan dari konsep tol laut dari pemerintah, swasta dan pemda yang dilalui tol laut, dan memperhatikan pelayaran rakyat sehingga mereka menjadi bagian simpul tol laut. (rls)

Editor : redaksi