Jakarta, Kirananews – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2019 sebesar 0,68 persen. Dari 82 kota, 81 kota terjadi inflasi dan tertinggi di Tual sebesar 2,91 persen.

Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers Senin (10/6) mengatakan satu kota terjadi deflasi di Merauke. Inflasi Mei 2019 terkendali dan bersamaan dengan momen Ramadan dan Idul Fitri. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga kelompok pengeluaran.

“Pada kelompok bahan makanan sebesar 2,02 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,56 persen, kelompok transpor, komunikasi, jasa keuangan sebesar 0,54 persen,” kata Suhariyanto.

Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,06 persen, kelompok sandang sebesar 0,45 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2019 sebesar 1,48 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 3,32 persen. Komponen inti pada Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen.

Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Mei) 2019 sebesar 1,17 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 3,12 persen. (rl)