Bengkulu, Kirananews – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sekaligus pemegang saham pengendali Bank Bengkulu mengatakan, saham Bank Bengkulu tahun buku 2018 menjadi turun dikarenakan laba keuntungan yang didapatkan harus dipergunakan untuk mengembalikan uang amortisasi nasabah. Hal ini disampaikannya saat paparan hasil pemeriksaan Kantor Akuntan Publik (KAP) Terkait Kinerja Keuangan Bank Bengkulu Tahun Buku 2018, di Graha Bank Bengkulu lantai 7, Rabu (27/02/2019).

“Saya berharap Bank Bengkulu bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan slogan,” kata Rohidin Mersyah.

Dalam acara ini, Direktur Utama Bank Bengkulu Agus Salim menyampaikan bahwa Kantor Akutan Publik (KAP) telah selesai melakukan audit terkait kinerja keuangan Bank Bengkulu tahun buku 2018.

“Hasil audit dari Akuntan Publik tahun buku 2018 terkhusus untuk Bank Bengkulu ada beberapa isu-isu besar yang harus kita selesaikan diantaranya isu Amortisasi pada Bank Bengkulu,” kata Agus Salim.

Sementara itu, Akuntan Publik Bambang Sudaryono Sutarmadji memaparkan, selama melakukan audit terhadap Bank Bengkulu, amortisasi nasabah adalah kewajiban yang harus dibayarkan oleh Bank Bengkulu.

“Bank Bengkulu dikasih waktu dua tahun oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mengembalikan uang amortisasi nasabah, yaitu, terhitung dari November 2018 hingga November 2020,” ujarnya.

Untuk diketahui acara ini dihadiri Bupati Kabupaten se-Provinsi, Wakil Walikota Bengkulu dan undangan lainnya. (Jim/Tri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here